Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Empat pertanyaan

جاء رجل إلى أمير المؤمنين عليُ ابنُ أبي طالب فقال
Telah datang seorang laki2 pada Amirul muminin Ali bin Abi thalib. :
سأسألك عن أربع مسائل فأجبني
saya akan bertanya padamu empat pertanyaan,maka jawablah.
ما هو الواجب وما هو الأوجب؟

Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya la'nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la'nat para malaikat dan manusia seluruhnya, mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan [*]. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS Ali Imron 86-89]

[*] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Mengikhlaskan niat

Ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus..” (QS. Al Bayyinah :  5)

Dari ‘Umar radiyaLlahu ‘anhu, bahwa RasuluLlah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membersihkan hati sebagai wadah ilmu

Hati merupakan wadah ilmu. Semakin bersih hati seseorang, maka akan semakin mudah baginya untuk menerima ilmu. Barangsiapa yang ingin memperoleh ilmu, hendaklah ia memperbagus batinnya dan membersihkan hatinya dari berbagai penyakit hati. Karena ilmu itu ibarat permata yang lembut, yang tidak pantas dimiliki kecuali oleh hati yang bersih.

Sikap

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, jenazah orang kafir berlalu di hadapan kami, apakah kami perlu berdiri?" Nabi Saw segera menjawab, "Ya, berdirilah. Sesungguhnya kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang merenggut nyawa-nyawa."

Perumpaan Seperti Hujan Lebat

“atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati[1]. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir[2]. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” [QS Al Baqarah : 19-20]

 

[1]. Keadaan orang-orang munafik itu, ketika mendengar ayat-ayat yang mengandung peringatan, adalah seperti orang yang ditimpa hujan lebat dan petir. Mereka menyumbat telinganya karena tidak sanggup mendengar peringatan-peringatan Al Quran itu.

[2]. Maksudnya pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang kafir.

 

Dalam suatu riwayat dikemukakan, bahwa dua orang munafiq Madinah lari dari Rasulullah kepada kaum musyrikin. Di jalan ditimpa hujan (sebagaimana diterangkan dalam S. 2: 19, 20, bahwa hujan tersebut mengandung guruh yang dahsyat, petir dan kilat). Tiap kali ada petir mereka menutup telinganya dengan jari, karena takut memekakkan telinganya, dan mati karenanya. Apabila kilat bersinar, mereka berjalan. Dan apabila tiada sinar kilat, mereka tidak dapat melihat. Mereka kembali ke jalan semula untuk pulang dan menyesali perbuatan mereka dan keesokan harinya mereka menghadap kepada Rasulullah SAW menyerahkan diri masuk Islam dengan sebaik-baiknya. Allah mengumpamakan kejadian dua orang munafiq ini kepada kaum munafiqin lainnya yang ada di Madinah. Apabila menghadiri majlis Rasulullah SAW mereka menutup telinga dengan jarinya karena takut terkena oleh sabda Rasulullah SAW yang meneragnkan hal ihwal mereka sehingga terbongkarlah rahasianya, atau mereka jadi tunduk, karena terpikat hatinya. Perbandingan antara kedua orang munafiq dengan munafiqin Madinah ialah:

 

1. Kedua orang munafiq menutup telinganya karena takut mendengar guruh yang memekakkan, dan apabila kilat bersinar mereka berjalan. Sedang kaum munafiqin Madinah menutup telinga karena takut terkena sabda Rasul. Akan tetapi di saat banyak harta, anak buah dan mendapat ghanimah atau kemenangan, mereka ikut serta dengan kaum Muslimin dan berkata: "Nyatalah sekarang benarnya agama Muhammad itu." Dan mereka merasa tentram.

 

2. Kedua orang munafiq apabila tiada cahaya kilat, mereka berhenti dan tertegun. Sedang kaum munafiqin Madinah apabila habis hartanya, anak buahnya dan terkena musibah, mereka berkata: "Inilah akibat agama Muhammad." Mereka kembali murtad dan kufur.

 

(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas, Murrah, Ibnu Mas'ud dan beberapa orang shahabat lainnya.)

Menghapus Dosa

"Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu,ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat". Maka para sahabat pun bertanya: "Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?" Beliau SAW menjawab: "Bersusah payah dalam mencari nafkah." [HR. Bukhari]

Niat

Ibnu al-Mubaraq rahimahullah mengatakan, "Betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niat. Dan betapa banyak pula amal besar menjadi kecil gara-gara niat." (Ibnu Rajab/Jami' al-'Ulum wa al-Hikam, hal. 19)

Berhijrah

Dari Abdullah bin 'Amr ra, Rasulullah SAW bersabda, "Seorang muslim yang baik adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang yang benar-benar berhijrah adalah yang meninggalkan segala perkara yang dilarang ALLAH" [HR. Bukhari]

DIRINDUKAN SYURGA

Mau tidak menjadi orang-orang yang dirindukan Syurga????

Dirindukan oleh taman-taman yang indah dan teduh oleh sungai-sungai mengalir dari bawahnya
 
Ditunggu kedatangannya oleh para bidadari yg cantik nan mempesona
Dinanti kehadirannya oleh Istana yang batu batanya disusun dari emas dan perak
 
Segala perhiasaan yang susah didapat di dunia menunggu kedatangan kita,semua yang diinginkan tersedia…
 
Maka mintalah Syurga kepada ALLAH, sesering mungkin!!!!
 
Jangan cuma minta uang!!!!
Minta rezeqi
Minta sehat
Minta sukses
Minta rumah
Minta jodoh dll
 
Tapi mintalah Syurga, yang luasnya seluas langit dan bumi
 
Rasulullah SAW bersabda;
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتِ الْجَنَّةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ.

"Barang siapa yang meminta Syurga kepada ALLAH tiga kali, maka Syurga akan berkata,"Ya ALLAH, masukkanlah ia ke Syurga".
[HR Tirmidzi,Shahih)]

Mashaa ALLAH,mudahkan?
Tapi ternyata banyak dari kita yang sering lupa.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ
"YA ALLAH aku memohon kepadaMU SYURGA".
 اللَّهُمَّ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ
"YA ALLAH, masukkanlah aku ke SYURGA"