Ammar Ibnu Yasir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya lamanya sholat seseorang dan pendek khutbahnya adalah pertanda akan pemahamannya (yang mendalam)." Riwayat Muslim.
Telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah menceritakan
kepadaku Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap Nabi mempunyai
doa yg telah dikabulkan, sedang aku ingin menyimpan doaku sebagai syafa'at
untuk umatku di Akhirat nanti." Hadist Shahih Al-Bukhari (No : 5829)
Hind bin Abi Halah (ra) menceritakan sebagai berikut: "Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wasallam memiliki pribadi mulia dan diakui sangat agung dalam pandangan
orang yang melihatnya. Wajah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bercahaya
seterang bulan purnama. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sedikit lebih
tinggi dari rata-rata kami tetapi lebih pendek dari orang yang jangkung.
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim Adh-Dlohhak bin Makhladdari
Zakariya' bin Ishaq dari Yahya bin 'Abdullah bin Shayfiy dari Abu Ma'bad dari
Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam
mengutus Mu'adz radliallahu 'anhu ke negeri Yaman,
Umar berkisah tentang kebersamaannya dengan Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam, “Aku pernah berkunjung menemui Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam. Waktu itu beliau berada dalam sebuah kamar, tidur
di atas tikar yang tidak beralas. Di bawah kepalanya ada bantal dari kulit
kambing yang diisi dengan sabut.
”Siapa yang meminta surga 3 kali, maka surga akan berkata: ’Ya Allah, masukkanlah dia ke dalam surga.’ Dan siapa yang memohon perlindungan dari neraka 3 kali, maka neraka akan berkata: ’Ya Allah, lindungilah dia dari neraka.” (HR. Ahmad 12585, Nasai 5521, Turmudzi 2572 dan yang lainnya. Hadis ini dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth dan dinilai shahih oleh al-Albani).
Neraka Sa'iir yang diisi oleh orang-orang kafir dan orang yang memakan
harta anak yatim. (Surah Al-Ahzab, Surah An-Nisa', Surah Al-Fath dan Surah
Luqman)
Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik,
dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk
mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan dibakar
dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa-dosa mereka. (Surah
Al-Tatfif dan Surah At-Tur)
Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa
emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat
harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan
dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul
harta. (Surah Al-Humazah)
Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta,
serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah,
membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang
meminta bantuan. (Surah Al-Ma’arij)