
QS An-Naml 27:11

QS An-Nur (24:27)

QS As-Sajda (32:15)
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺂﻳَﺎﺗِﻨَﺎ اﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَا ﺫُﻛِّﺮُﻭا ﺑِﻬَﺎ ﺧَﺮُّﻭا ﺳُﺠَّﺪًا ﻭَﺳَﺒَّﺤُﻮا ﺑِﺤَﻤْﺪِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ ۩
Innama yuminu biayatina allatheena itha thukkiroo biha kharroo sujjadan wasabbahoo bihamdi rabbihim wahum la yastakbiroona
Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
QS Ibrahim 14:52

QS Ibrahim (14:11)
ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻟَﻬُﻢْ ﺭُﺳُﻠُﻬُﻢْ ﺇِﻥْ ﻧَﺤْﻦُ ﺇِﻻَّ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِﺜْﻠُﻜُﻢْ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ اﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻤُﻦُّ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎءُ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ۖ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻨَﺎ ﺃَﻥْ ﻧَﺄْﺗِﻴَﻜُﻢْ ﺑِﺴُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﺇِﻻَّ ﺑِﺈِﺫْﻥِ اﻟﻠَّﻪِ ۚ ﻭَﻋَﻠَﻰ اﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﻮَﻛَّﻞِ اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ
Qalat lahum rusuluhum in nahnu illa basharun mithlukum walakinna Allaha yamunnu AAala man yashao min AAibadihi wama kana lana an natiyakum bisultanin illa biithni Allahi waAAala Allahi falyatawakkali almuminoona
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.
Bersyukur atas rezeki Allah
Alkisah ada seorang fakir miskin melewati jalan Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati mendongkol.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai.
Dia bilang kepada istrinya :
"Bagaimana hidup kita ini...? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai."
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya.
Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam :
.
ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ
"Segala Puji bagi ALLAH SWT yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga."
Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitihkan air mata, seraya bergumam:
ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ
"Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa ALLAH.."
Rezeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya. Jangan harap mengalir seperti banjir, kalau tak bisa berenang bisa tenggelam.
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ
"Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan."
Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib R.A:
ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ
"Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya"
Na'uudzubillaahi min dzaalik.
QS Al-Kahfi (18:28)
ﻭَاﺻْﺒِﺮْ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻣَﻊَ اﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺭَﺑَّﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻐَﺪَاﺓِ ﻭَاﻟْﻌَﺸِﻲِّ ﻳُﺮِﻳﺪُﻭﻥَ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ۖ ﻭَﻻَ ﺗَﻌْﺪُ ﻋَﻴْﻨَﺎﻙَ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﺗُﺮِﻳﺪُ ﺯِﻳﻨَﺔَ اﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ اﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ۖ ﻭَﻻَ ﺗُﻄِﻊْ ﻣَﻦْ ﺃَﻏْﻔَﻠْﻨَﺎ ﻗَﻠْﺒَﻪُ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِﻧَﺎ ﻭَاﺗَّﺒَﻊَ ﻫَﻮَاﻩُ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﻣْﺮُﻩُ ﻓُﺮُﻃًﺎ
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
12 ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
Sifat
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.
Fussilat (41:35)
Memakan Harta
وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
An-Nisaa (4:2)

